PENINGKATAN PEMAHAMAN GENDER

Rabu, 05 Juli 2017

Pengarus Utamaan Gender (PUG) adalah strategi yang di gunakan untuk mengurangi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam mengakses dan mendapat manfaat, meningkatkan partisipasi dan mengontrol proses pembangunan.

Gender berbeda dengan seks. Gender adalah perbedaan fungsi dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai zaman. Seks adalah perbedaan jenis kelamin perempuan dan laki-laki yang bersifat biologis. Perbedaan konsep gender secara sosial telah melahirkan perbedaan peran perempuan dan laki-laki dalam masyarakatnya. Secara umum, adanya gender telah melahirkan peran, tanggung jawab, fungsi, dan bahkan ruang tempat dimana manusia beraktivitas. Pegarusutamaan gender merupakan suatu kondisi yang sama, seimbang antara perempuan dan laki-laki dalam memperoleh peluang, kesempatan, partisipasi, manfaat dan kontrol dalam melaksanakan dan menikmati hasil pembangunan, baik di dalam maupun di luar rumah tangga.

Gender menyangkut aturan sosial yang berkaitan dengan jenis kelamin manusia laki-laki dan perempuan. Perbedaan biologis dalam hal alat reproduksi antara laki-laki dan perempuan memang membawa konsekuensi fungsi reproduksi yang berbeda (perempuan mengalami menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui; laki-laki membuahi dengan spermatozoa). Jenis kelamin biologis inilah merupakan ciptaan Tuhan, bersifat kodrat, tidak dapat berubah, tidak dapat dipertukarkan dan berlaku sepanjang zaman.       Namun demikian, kebudayaan yang dimotori oleh budaya patriarki menafsirkan perbedaan biologis ini menjadi indikator kepantasan dalam berperilaku yang akhirnya berujung pada pembatasan hak, akses, partisipasi, kontrol dan menikmati manfaat dari sumberdaya dan informasi. Akhirnya tuntutan peran, tugas, kedudukan dan kewajiban yang pantas dilakukan oleh laki-laki atau perempuan dan yang tidak pantas dilakukan oleh laki-laki atau perempuan sangat bervariasi dari masyarakat satu ke masyarakat lainnya

Dalam melaksanakan berbagai aktivitas sosial, gender penting  dipahami, untuk melihat apakah perbedaan yang bukan alami ini telah menimbulkan diskriminasi dalam arti perbedaan yang membawa kerugian dan penderitaan terhadap perempuan. Oleh karena itu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Provinsi Bali melalui dana APBD telah melaksanakan Sosialisasi/Peningkatan Pemahaman Gender di seluruh Kab/Kota se-Bali. Kegiatan yang menghadirkan 2 Narasumber dari Dinas PP dan PA ini antara lin Drs. I Gusti Ngurah Aryasa.MM Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan      I Nyoman Suparwa,SE Kepala Sub Bagian Keuangan dan Penyusunan Program Dinas PP dan PA Provinsi Bali


admin/suta