PELATIHAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN POTENSIAL CALON KEPALA DAERAH

Rabu, 05 Juli 2017

Pilkada serentak yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015 merupakan momentum dan peluang bagi perempuan yang berkeinginan menjadi kepala daerah. Pilkada ini berlangsung dengan tahapan pemilihan dan hari pencoblosan yang bersamaan untuk 269 pemilihan kepala daerah, yang terdiri dari 9 tingkat provinsi--pemilihan gubernur; 30 kota--pemilihan wali kota; dan 224 kabupaten--pemilihan bupati.

Dari sejumlah daerah otonom yang melaksanakan pilkada serentak tersebut menghasilkan 46 orang perempuan terpilih menjadi kepala daerah/wakil kepala daerah kabupaten/kota. Suksesnya Pemilu Kepala Daerah 2015 diantaranya ialah terpilihnya beberapa perempuan menjadi kepala/wakil kepala daerah yang berkualitas tercermin di dalam kemampuannya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Di samping itu, calon kepala daerah terpilih dapat mereproduksi kebijakan pemerintahan dan pembangunan responssif gender yang menjamin sumberdaya pembangunan yang bermanfaat dan berkeadilan gender. Perlu menjadi perhatian dan komitmen semua pemangku kepentingan (stakeholders) baik di pusat maupun di daerah secara sinergi dan kerjasama yang strategis untuk menciptakan kondisi terpilihnya calon kepala daerah perempuan yang berkualitas. Perempuan kepala daerah yang baru terpilih pada Pilkada 2015 rata – rata mempunyai bekal dan pengalaman minim. Oleh karena itu untuk menyongsong dan menyambut Pilkada 2019 yang terdiri dari 17 Provinsi, 115 Kab, dan 39 Kota daerah pemilihan, calon perempuan potensial yang berasal dari berbagai unsur partai politik, organisasi mayarakat, tokoh masyarakat dan perempuan pengusaha sangat penting untuk ditingkatkan kualitasnya agar mereka mampu mensosialisasikan ide dan gagasanya serta berkompetisi untuk membangun kerjasama sebagai calon kepala daerah guna memperoleh kemenangan perolehan suara pada Pilkada 2018. Meningkatkan kapasitas perempuan potensial calon kepala daerah dapat mendorong dalam peningkatan jumlah kepala daerah perempuan di eksekutif pusat dan daerah guna mencapai target tujuan keberlanjutan pembangunan (SDGs).

 

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, Luh Putu Praharsini,SH yang sekaligus membacakan sambutan Gubernur Bali. Dalam sambutan tersebut Bapak Gubernur menyampaikan menyambut baik pelaksanakan pelatihan ini yang sangat relevan dengan kondisi nyata yang terjadi saat ini, dimana perlu adanya sebuah bentuk perjuangan dan usaha bersama untuk melibatkan kaum perempuan pada semua aspek pembangunan. Manusia sebagai insan dan sumber daya pembangunan merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan. Bapak Gubernur juga menekankan Perlu menjadi perhatian dan komitmen semua pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah secara sinergi dan kerjasama yang strategis untuk menciptakan kondisi terpilihnya calon kepala daerah perempuan yang berkualitas.Para perempuan potensial yang berasal dari berbagai unsur partai politik, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat dan perempuan pengusaha sangat penting untuk di tingkatkan kualitasnya agar mereka mampu mensosialisasikan ide dan gagasannya serta berkompetisi untuk membangun kerjasama sebagai calon kepala daerah guna memperoleh kemenangan perolehan suara pada pilkada.Meningkatkan kapasitas perempuan potensial calon kepala daerah akan dapat mendorong dalam peningkatan jumlah kepala daerah perempuan di eksekutif yang pada akhirnya untuk mencapai target tujuan keberlanjutan pembangunan.


Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas politik perempuan potensial calon kepala daerah agar percaya diri dan mampu mensosialisasikan ide dan gagasannya pada para calon pemilih serta menguatkan etos kerja politik perempuan potensial calon kepala daerah untuk meraih dukungan dari masyarakat calon pemilih ini dilaksanakan di Hotel Aston Denpasar yang berlangsung selama 5 hari dari tanggal 13 s/d 17 Juni 2017,dengan 40 orang peserta dari berbagai unsur partai politik diseluruh provinsi bali.

(admin web/ suta )