PELATIHAN BAGI PELATIH/TRAINING OF TRAINER (TOT) HAK-HAK ANAK ASTON HOTEL KUTA BALI

Kamis, 19 Juli 2018

PELATIHAN BAGI PELATIH/TRAINING OF TRAINER (TOT) HAK-HAK ANAK

ASTON HOTEL KUTA BALI

Konvensi Hak-Hak Anak merupakan instrumen yang merumuskan prinsip-prinsip universal dan norma hukum mengenai kedudukan anak. Konvensi Hak-Hak anak disahkan dengan tujuan untuk memberikan perlindungan terhadap anak, dan menegakan hak-hak anak di seluruh dunia. Perlindungan hak-hak anak diwujudkan sebagai gerakan global negara-negara di seluruh dunia dengan mensahkan Konvensi Hak-Hak Anak sebagai bagian dari hukum nasional negara tersebut, hal ini merupakan sebuah kemajuan penting untuk meletakan pembangunan sosial anak sebagai bagian dari keseluruhan proses pembangunan negara-negara di dunia. Sejumlah langkah konkret harus segera dilakukan. Pertama, perlunya pencerahan terhadap masyarakat akan pentingnya perlindungan anak melalui sosialisasi berkelanjutan tentang ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yaitu pengetahuan tentang hak-hak anak yang harus diperoleh. Kedua, mendorong aparat hukum untuk melakukan langkah aktif intensif bahkan ofensif dalam pembasmian segala bentuk eksploitasi dan kejahatan terhadap anak-anak. Hukuman yang berat harus dijatuhkan kepada mereka yang mengeksploitasi dan merusak masa depan anak utamanya menyangkut pelibatan anak dalam, trafficking, serta tindakan sejenisnya. Ketiga, menciptakan model pendidikan alternatif bagi anak-anak bermasalah, serta penyadaran hak-hak anak melalui kurikulum integrated dalam proses belajar mengajar pada lembaga-lembaga pendidikan. Keempat, menjadikan perlindungan anak sebagai sebuah gerakan, yang melibatkan seluruh unsur dan potensi masyarakat baik lembaga pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, media massa, dan jaringan internasional.

Kegiatan pelatihan bagi Pelatih/Training Of Trainer (TOT) Hak-Hak Anak  diselenggarakan selama 2 hari pada tanggal 3-4 Juli 2018 yang bertempat di Hotel Aston Kuta Bali yang dihadiri oleh Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPP-PA RI). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemebrdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali tersebut diikuti oleh Peserta sebanyak 20 orang yang berasal dari Dinas PPPA Kabupaten/Kota dan Provinsi dan KPPAD Provinsi.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pemebrdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali,  Ni Luh Putu Praharsini,SH menegaskan ”  Ada 4 prinsip dasar hak anak yang terkandung di dalam Konvensi Hak Anak, yaitu:

1. Non-diskriminasi (setiap anak punya hak untuk tidak dibeda-bedakan berdasarkan perbedaan latar   belakang, warna kulit, ras, suku, agama, golongan, keluarga, gender, kondisi fisik & mental, dll)

2.  Kepentingan yang terbaik bagi anak (setiap anak berhak mendapatkan yang terbaik)

3. Hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan (setiap anak berhak untuk hidup dan berkembang normal, oleh karenanya setiap anak berhak memperoleh jaminan pertolongan, penyelamatan dan perawatan kesehatan dalam kondisi sakit, berbahaya dan mengancam jiwa, hak mendapatkan tumpangan dan makanan untuk kelangsungan hidupnya, hak memperoleh pelayanan kesehatan dalam kondisi sakit maupun sehat, hak mendapatkan perkembangan anak, fisik dan mental termasuk pendidikan rohani, dan hak mendapatkan pengajaran hal-hal yang baik)

4. Penghargaan terhadap pendapat anak (setiap anak berhak untuk dihargai pendapatnya dan diberikan kesempatan untuk berdiskusi/tanya jawab).

Melalui pelatihan ini peserta diharapkan mendapat Pencerahan akan pentingnya perlindungan anak melalui sosialisasi berkelanjutan tentang ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yaitu pengetahuan tentang hak-hak anak yang harus diperoleh dan mendorong aparat hukum untuk melakukan langkah aktif intensif bahkan ofensif dalam pembasmian segala bentuk eksploitasi dan kejahatan terhadap anak-anak. Hukuman yang berat harus dijatuhkan kepada mereka yang mengeksploitasi dan merusak masa depan anak utamanya menyangkut pelibatan anak dalam, trafficking, serta tindakan sejenisnya.

(Admin WEB_Suta)