Kunjungan Kerja Wakil Walikota Sawahlunto Provinsi Sumatra Barat ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali

Kamis, 30 Maret 2017

Denpasar,23-Maret-2017,

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Provinsi Bali, Ni Luh Putu Praharsini,SH didampingi Kabid PP,Kabid PHA dan perwkilan dari DKBPP kab.Gianyar, menerima kunjungan kerja Wakil Walikota Sawahlunto Provinsi Sumatra Barat yang langsung memimpin rombongan didampingi  Kadis Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak beserta jajaran Camat, Lurah/Kades dan Badan Permusyawaratan Desa se-Kota Sawahlunto terdiri dari 60 orang lebih, di ruang Aula DP3A Provinsi Bali, tanggal 23/03/2017.

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Sawahlunto, Bapak Ismed, SH. menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja adalah sharing informasi tentang kiat-kiat sukses Bali dalam upaya pengembangan Kabupaten / Kota Layak Anak dalam upaya-upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak, serta upaya meningkatkan pemahaman camat,lurah/kades dalam upaya mempercepat keberhasilan pelaksanaan pengembangan KLA di Sawahlunto sendiri, lebih lanjut Pak Ismed juga mengatakan Sawahlunto sendiri saat ini telah mendapatkan anugrah KLA Madya, yang selanjutnya berharap ditahun 2017 ini bisa mencapai katagori”Nindya”.


Kepala Dinas P3A Prov.Bali, Ni Luh Putu Praharsini,SH dalam pertemuan tersebut mengatakan “ Anak sebagai generasi dan pengelola masa depan bangsa perlu dipersiapkan sejak dini melalui pemenuhan hak- haknya, Pemenuhan hak anak dan perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua , keluarga, masyarakat dan Negara. Pemenuhan hak anak dan perlindungan anak di Provinsi Bali  dijabarkan dalam Program Prioritas Pembangunan RPJMD Bali Mandara jilid I dan II yang ramah anak antara lain JKBM, Wajib belajar 12 tahun, bedah rumah, Simantri, Gerbangsadu mandara, Bali clean & green, Trans Sarbagita, beasiswa didikmisi, dan lain-lain dimana program tidak terkonsentrasi pada OPD tertentu tetapi tersebar disemua lini. Hal ini dijabarkan pula dalam prioritas 8 Bali Mandara jilid II tentang Program Kesetaraan Gender, Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak.

Dikatakan pula bahwa Bali telah berhasil membawa 3 kota/kabupaten mendapat penghargaan KLA yaitu kota Denpasar dengan katagori Nindya, kabupaten Gianyar dan Badung dengan katagori Madya. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula program yang difasilitasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yakni sistem pemenuhan hak anak terpadu berbasis masyarakat (SPHATBM) yang terintegrasi dengan desa layak anak dimana sudah ada 4 desa yang menjadi pilot project pengembangan yakni 2 desa di Kabupaten Gianyar dan 2 desa di Kabupaten Klungkung, program ini sangat strategis untuk membangun kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam upaya pemenuhan dan perlindungan anak. Dikatakan pula pada hari ini sampai tanggal 6 April 2017 seluruh kab/kota di Bali sedang bekerja keras mengakselerasi dan melakukan input data web dalam pelaksanaan mengikuti evaluasi KLA tahun 2017 dan berharap semua bisa masuk mendapat penghargaan dalam katagori KLA yang rencananya akan diumumkan bertepatan dengan Hari Anak Nasional tanggal 12 Juli 2017 di Provinsi Riau.

Kunjungan kerja yang dipimpin oleh Wakil walikota Sawahlunto tersebut dilanjutkan dengan fieldtrip ke desa layak anak yang terintegrasi SPHATBM yakni desa Batuan Sukawati Gianyar, bertemu dengan stakeholder di desa seperti tokoh masyarakat dan tokoh agama di desa tersebut.

(Admin Web/ Suta)